<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>WHO on Vaksinasi Internasional</title><link>https://vaksinasiinternasional.com/tags/who/</link><description>Recent content in WHO on Vaksinasi Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 10:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://vaksinasiinternasional.com/tags/who/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengenal Buku Kuning (ICV): Paspor Kesehatan untuk Perjalanan Luar Negeri</title><link>https://vaksinasiinternasional.com/posts/icv-yellow-card/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 10:30:00 +0700</pubDate><guid>https://vaksinasiinternasional.com/posts/icv-yellow-card/</guid><description>&lt;p&gt;Perjalanan internasional tidak hanya melulu soal tiket pesawat, visa, dan paspor imigrasi. Di balik kemeriahan persiapan pelesir atau ibadah ke luar negeri, terdapat satu dokumen vital yang sering kali menjadi syarat mutlak untuk memasuki negara tertentu, namun terkadang luput dari perhatian pelancong pemula. Dokumen tersebut dikenal secara awam sebagai &amp;ldquo;Buku Kuning&amp;rdquo; atau secara resmi disebut &lt;em&gt;International Certificate of Vaccination or Prophylaxis&lt;/em&gt; (ICV).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;ICV bukan sekadar catatan medis biasa. Dokumen ini adalah bukti otentik yang diakui secara global di bawah naungan &lt;em&gt;World Health Organization&lt;/em&gt; (WHO) bahwa pemegangnya telah mendapatkan vaksinasi tertentu untuk mencegah penyebaran penyakit lintas batas negara. Tanpa dokumen ini, rencana perjalanan ibadah seperti Haji dan Umrah, atau petualangan ke negara-negara di Afrika dan Amerika Latin, bisa terhambat bahkan dibatalkan oleh pihak imigrasi setempat.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>